Selasa, 08 Desember 2009

menejemen keuangan

MANAGEMEN KEUANGAN

A. Definisi Manajemen

Managemen adalah kegiatan bersama untuk memperoleh sesuatu. Prinsip dasar definisi ini adalah kesepakatan atas suatu pencapaian, seperti : kesepakatan terhadap tindakan yang bertujuan dan tidak berdiri sendiri. Definisi yang menekankan tujuan dapat dinyatakan sebagai berikut :

“ Managemen menyatakan sesuatu yang dikerjakan dan kemudian memperoleh hasilnya “.

Dengan kata lain managemen memperhatikan tujuan yang ditetapkan dan kemudian mencapainya.

Managemen Keuangan adalah suatu kegiatn atau pekerjaan untuk mengelola keuangan atau administrasi.

Yang dimaksud dengan “perencanaan pembiayaan” pada hakekatnya sama dengan “manajemen anggaran” yang menggabungkan berbagai fungsi – fungsi administrasi dengan “ penganggaran “ ( budgeting ) yang juga merupakan salah satu fungsi penting dalam administrasi.

Budget atau anggaran adalah suatu perencanaan yang menggambarkan segala rencana kegiatan dan tindakan yang sudah dikaitkan dengan angka – angka biaya atau dana yang diperlukan.

B. Managemen Keuangan

Mengelola administrasi keuangan di dalam pelayanan kesehatan cukup kompleks dan tanggung jawab ini terutama dilakukan oleh akuntan atau pegawai keuangan. Tanggung jawab pengelolaan keuangan pemimpin di unit kecil seperti puskesmas biasanya tidak besar. Walaupun demikian kadang – kadang, tenaga kesehatan diminta mencatat penggunaan keuangan.

Jenis uang ada dua, yaitu :

1. Uang Tak Tampak atau Alokasi Anggaran

Uang ini tidak tampak dan tidak di tangan. Suatu “ Kertas Kredit “ diberikan sebagai pembayaran yang dialokasikan atau jaminan dana.

2. Uang Yang tampak atau Uang Tunai

Uang ini kelihatan dan digunakan.Kepada tenaga kesehatan uang itu diberi terlebih dahulu dan digunakan untuk kegiatan pelayanan kesehatan. Uang itu disebut uang tunai. Puskesmas yang mempunyai banyak uang tunai tidak aman kemungkinan bisa dicuri.

Atas alasan ini uang yang “ Tampak “ biasanya disediakan dalam jumlah kecil dan disebut uang kecil.

C. Memegang Buku Besar Keuangan

Pemerintah atau organisasi lainnya mungkin mengalokasikan sejumlah uang “ tak tampak “ ke unit kesehatan. Biasanya untuk tujuan tertentu dan digunakan hanya untuk maksud tertentu seperti untuk obat, peralatan atau transport.

Catatan yang akurat bagaimana mengalokasikan dana yang dibelanjakan harus ada di buku kas. Alokasi keuangan buku kas harus menunjukkkan jumlah uang yang disediakan dan penggunaannya secara terinci.

BUKU KAS

Tgl

Deskripsi / tujuan

Rujukan Dokumen ( No. Folio )

Pesanan atas permintaan ( Debet )

Alokasi (kredit )






Mengisi Buku Kas

Alokasi uang “ tidak tampak “ mungkin diberikan dalam bulanan, triwulan atau tahunan. Tanggal, tujuan dan jumlahnya dicatat dalam buku kas bisa sejumlah uang diberikan. Nomor rujukan dokumen mempertegas pemberian dana uang yang ditulis di dalam kolom dengan judul rujukan dokumen ( no. folio ) supaya dokumen asli dapat segera ditemukan jika diperlukan.

Bila pembelian dilakukan, tanggal, pesanan ( permintaan ) dan jumlahnya juga segera dicatat. Nomor formulir permintaan atau pesanan ditulis di kolom rujukan dokumen ( no. folio ) Dari nomor ini, dapat ditemukan kembali formulir pesanan atau permintaan dari lemari arsip.

Pada jangka waktu tertentu, seperti bulanan atau triwulan, uang keluar dijumlahkan dan dikurangi dari jumlah yang dialokasikan / diterima.

Kemudian saldo yang tidak digunakan “ dipindahkan “ dan ditambahkan ke jumlah dana alokasi baru pada bulan, triwulan atau tahun berikutnya menurut waktu tenggang yang ditentukan.

D.Sistim Pembayaran Dahulu dengan Kas Kecil

“ Kas Kecil” berarti Sejumlah Uang kecil

Di tempat kerja, banyak ditemukan menggunakan kas kecil. Uang tak tampak ( alokasi ) dipergunakan untuk pembelian barang dalam jumlah besar seperti obat dan peralatan, tetapi banyak barang kecil yang tidak dapat dibeli seperti itu, misalnya karcis bus, perangko, dll.Uang kecil lebih dahulu digunakan oleh tenaga kesehatan untuk kebutuhan pelayanan kesehatan tertentu.

Membeli atau membayar dengan menggunakan uang kecil mungkin dilakukan berbeda oleh tenaga kesehatan di satu tempat dengan yang lainnya.

Sistim Uang Muka

Uang muka adalah uang tunai yang diberikan lebih dahulu untuk maksud tertentu dan dapat ditambah lagi jika perlu. Jumlah uang muka selalu dicukupkan kambali seperti semula. Cara ini berbeda dengan pengalokasian dana yang jumlahnya ditetapkan dalam jumlah tertentu. Uang muka dapat ditambah setiap waktu bila sisa uang tunai tidak cukup.

Jadi, kas uang muka dapat digunakan dalam waktu seminggu, tetapi mungkin di lain waktu berakhir untuk satu atau dua bulan jika kebutuhan tertentu diperlukan.

Kapan saja uang muka dapat ditambah sesuai dengan jumlah semula sebanyak penggunaan uang yang dipertanggung jawabkan.

Cara Menggunakan bon Kas Kecil

Dua cara menggunakan buku kas kecil :

1. Buku kas kecil yang sederhana digunakan untuk mencatat uang dalam jumlah kecil dan tidak memerlukan rincian kategori perbelanjaan.

Buku kas kecil mempumyai 5 kolom seperti berikut :

Tanggal

Perincian

No. Bon

Jumlah Biaya

Diterima

Dibayar
















Beberapa unit organisasi perlu mengetahui berapa banyak uang yang dibayarkan untuk transport, pengiriman berita dan perbekalan kantor. Dalam hal ini Buku Kas Kecil berkolom diperlukan.

Bon Kecil

Setiap waktu uang yang dibayarkan dari kas kecil harus dicatat di suatu formulir yang disebut bon kas kecil. Tiap bon kas kecil dinomori, disimpan dan dicatat dalam pesanan.

Tiap bon kas kecil harus dilampiri dengan kuitansi dari orang yang menjual barang. Jika tidak mungkin, bon ditanda tangani oleh tenaga kesehatan yang bartanggung jawab. Bon ini harus disimpan dengan cermat sebab petugas keuangan, kepala keuangan atau akuntan mungkin memeriksanya sewaktu – waktu.

2. Kolom Buku Kas Kecil

Tipenya sederhana dan lebih terperinci. Keuangannya ialah tiap jenis pengeluaran dicatat didalam kolom terpisah. Dalam hal ini tidak hanya pembayaran total yang ditunjukkan akan tetapi juga beberapa banyak uang yang dibayarkan menurut jenis barang seperti perangko, ongkos bus, alat tulis kantor dll.

E. Sumber Asal Biaya Kesehatan

Sumber asal dana atau biaya kesehatan biasanya dikelompokkan menjadi sumber dari pemerintah dan dari swasta.

1. Sumber dana dari Pemerintah

Pemasukan dana bagi pemerintah umumnya diperoleh dengan berbagai cara, yaitu:

a. Pajak langsung dan tak langsung

b. Jasa pelayanan, termasuk pelayanan upaya kesehatan oleh unit – unit atau instansi pemerintah kepada masyarakat.

c. Perusahaan – perusahaan Negara, seperti BUMN

d. Pinjaman Negara ( obligasi )

e. Bantuan luar negeri

Di negara kita, pengeluaran dana untuk bidang kesehatan yang berasal dari pemerintah umumnya dikelompokkan sebagai berikut :

a. Dari pemerintah pusat ( APBN )

1) Melalui Depkes daalm bentuk :

· Dana pembangunan ( DIP )

· Dana rutin (DIK) termasuk Subsidi Daerah Otonom (SDO)

· Dana Inpres ( Instruksi presiden )

· Subsidi Biaya bantuan Operasional ( SBBO )

2) Melalui instansi pemerintah atau departemen lainnya, seperti Departemen Hankam untuk anggota ABRI, Depdikbud untuk penyelenggaraan pendidikan kedokteran, Departemen Transmigrasi untuk kesehatan para transmigran, Departemen Agama untuk kesehatan para jemaah haji, dll.

b. Dari pemerintah Dati II

· Dana pembangunan ( DIPDA I )

· Dana rutin ( DIKDA I )

c. Dari pemerintah Dati II ( tingkat Kab / Kodya), dalam bentuk :

· Dana pembangunan ( DIPDA II)

· Dana rutin ( DIKDA II )

d. Perusahaan Asuransi kesehatan semi pemerintah ( Askes )

e. Bantuan Luar Negeri ( antar pemerintah / Negara dan organisasi internasional seperti USAID, JICA IBRD, IMF, dll)

Anggaran Pembangunan ( DIP ), baik yang dari pusat mauun yang dari daerah ( Dati I dan II ) terutama untuk membiayai program – program seperti Penyuluhan Kesehatan, Pemberantasan Penyakit Menular, Perbaikan Gizi, Pengawasan Obat dan Makanan, Pembinaan Pengobatan Tradisional, dll ( Profil kesehatan Indonesia 1994 Tabel V.B.3).

Anggaran Pembangunan adalah suatu system perencanaan kebutuhan dana yang diperlukan dalam usaha mencapai tujuan – tujuan dalam bentuk sasaran – sasaran yang direncanakan akan dicapai oleh program pelayanan tersebut di atas. Anggaran pembangunan merupakan suatu kesatuan yang bulat sebagai hasil dari pada proses kegiatan perencanaan yang dituangkan dalam program dan anggaran.

Anggran rutin ( DIK ) terutama untuk membiayai belanja pegawai, belanja barang, belanja pemeliharaan, biaya perjalanan dinas, dan lain – lain dari unit utama di lingkungan Dep Kes ( seperti Sekretariat Jenderal, Ditjen – ditjen, , Inspektorat Jenderal, Badan Litbangkes ) dan jajaran Dep Kes di tingkat dati I dan II ( seperti kanwil, Dinkes Dati I, Kandep dan Dinkes Dati II).

Anggaran rutin tidak langsung menggambarkan hubungan antara input dengan output. Pengeluaran jenis ini pada umumnya ditekankan kepada pelaksanaan yang bersifat rutin, tanpa terlalu dikaitkan dengan tujuan – tujuan dalam bentuk sasaran – sasaran kegiatan program – program yang akan dicapai dalam kurun waktuyang sudah direncanankan.

2. Sumber dana dari Swasta

Pengeluaran dana untuk kesehatan yang berasal dari pihak swasta dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a. Yang berasal dari individu / perorangan dan keluarga

b. Dalam bentuk peran serta masyarakat yang bersifat gotong – royong seperti PKMD, Posyandu, Pos Obat Desa, pos Penimbangan balita, dll.

c. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ) yang berciri non profit

d. Badan atau perusahaan swasta yang bergerak di bidang upaya pelayanan kesehatan

e. Perusahaan asuransi kesehatan swasta

f. Bantuan Luar Negeri dari organisasi swastaatau LSM internasional yang berstatus swasta

Meskipun dana dari pihak swasta tidak langsung terlibat dalam proses perencanaan anggaran, tapi peranannya sebenarnya sangat penting. Bila perekonomian masyarakat sudah kuat dan distribusinya cukup merata, sebenarnya dana dari pemerintah sifatnya hanya mendukung dan melengkapi saja dari keseluruhan kebutuhan yang sesungguhnya. Karena belum ada system pencatatan dan pelaporan yang teratur yang dapat member informasi tentang angka – angka dana swasta ini, maka untuk memperkirakan besarnya perlu diadakan survey khusus. Untuk ini Biro Perencanaan Dep Kes dalam tahun 1980an pernah mengadakan studi “ Analisa Pembiayaan Kesehatan di Indonesia tahun 1982 – 1987”.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com