Selasa, 08 Desember 2009

manfaat asi

KEUNGGULAN ASI & ASI EKSKLUSIF SERTA MANFAAT MENYUSUI
I. PENGERTIAN
Air susu ibu (ASI) suatu cairan lemak dalam larutan protein, karbohidrat dan garam-garam mineral yang dihasilkan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi. Sedangkan ASI eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Para ahli menemukan bahwa manfaat ASI akan sangat meningkat bila bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupannya
II. STADIUM ASI
a. ASI stadium I atau kolostrum
Kolostrum adalah cairan emas, cairan pelindung yang kaya zat anti-infeksi dan berprotein tinggi. “Cairan emas “ yang encer dan seringkali berwarna kuning atau dapat pula jernih ini lebih menyerupai darah daripada susu, sebab mengandung sel hidup yang menyerupai “ sel darah putih “ yang dapat membunuh kuman penyakit.
Kolostrum merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang.
Kolostrum lebih banyak mengandung protein, zat anti-infeksi 10-17 kali lebih banyak. Kadar karbohidrat dan lemak rendah dibandingkan dengan ASI yang matang. Total energi lebih rendah jika dibandingkan susu matang. Volume kolostrum antara 150-300 ml/24 jam. Kolostrum harus diberikan pada bayi.
b. ASI stadium II atau ASI Transisi/Peralihan
ASI transisi/peralihan adalah ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum menjadi ASI yang matang. Kadar protein makin merendah, sedangkan karbohidrat dan lemak makin meninggi. Volume akan makin meningkat. Dikeluarkan pada hari ke-4 sampai hari ke-10.
c. ASI stadium III atau ASI Matang ( Mature )
Merupakan ASI yang dikeluarkan pada sekitar hari ke-10 dan seterusnya, komposisi relative konstan. Pada ibu yang sehat dengan produksi ASI cukup, ASI merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.
III. MANFAAT
1) Bagi bayi
a) ASI mempunyai komponen yang sesuai dan tepat untuk bayi seperti lemak, karbohidrat, protein, garam dan mineral serta vitamin.
b) ASI mengandung zat-zat antibody untuk mencegah infeksi
c) ASI mengandung protein yang spesifik untuk melindungi bayi dari alergi.
d) Secara alamiah, ASI memberikan kebutuhan yang sesuai dengan usia kelahiran bayi.
e) ASI juga bebas kuman karena diberikan langsung dari payudara sehingga kebersihannya terjamin.
f) Suhu ASI sesuai dengan kebutuhan bayi, tidak panas atau dingin.
g) ASI lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus bayi.
h) ASI mengandung banyak seknium yang melindungi gigi dari kerusakan.
i) Menyusui akan melatih daya isap dan membentuk otot pipi yang baik.
j) ASI memberikan keuntungan psikologis.
2) Bagi ibu
a) Membantu mempercepat pengembalian rahim ke bentuk semula dan mengurangi perdarahan setelah melahirkan.
b) Menyusui secara teratur akan menurunkan berat badan secara bertahap karena pengeluaran energi untuk ASI dan proses pembentukannya akan mempercepat pembakaran lemak.
c) Sebagai kontrasepsi sampai 4 bulan setelah kelahiran bayi karena isapan bayi merangsang hormon prolaktin yang menghambat ovulasi (pelepasan sel telur) sehingga menunda kesuburan.
d) Pemberian ASI yang cukup maka dapat memperkecil kejadian keganasan kanker atau karsinoma pada payudara dan ovarium (indung telur).
e) Memberikan rasa puas, bangga dan bahagia pada ibu yang berhasil menyusui bayinya.
3) Bagi keluarga
a) Praktis dan mudah karena dalam keadaan segar dan suhu yang sesuai sehingga bisa langsung diberikan kapan saja.
b) Ekonomis, mengurangi biaya pengeluaran karena ASI tidak perlu dibeli dan mengurangi biaya perawatan sakit karena bayi yang minum ASI tidak mudah terkena infeksi.


IV. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN ASI
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan ASI antara lain :
a. Perubahan sosial budaya
 Ibu-ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya.
 Meniru teman, tetangga atau orang terkemuka yang memberikan susu botol.
 Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya.
b. Faktor psikologis
 Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita.
 Tekanan batin.
c. Faktor fisik ibu
 Keadaan payudara ibu mempunyai peran yang menentukan untuk keberhasilan menyusui , kelainan puting susu lecet, puting tenggelam, bengkak, mendatar atau puting terlalu besar dapat mengganggu proses menyusui
 Ibu sakit, misalnya : sakit jantung, hepatitis, TBC, kanker dll.
d. Faktor Keluarga
 Suami dapat berperan dalam menyukseskan ASI eksklusif dengan tak hanya menjadi pengamat pasif. Akan tetapi, ia juga dengan aktif memberikan dukungan moril dan bantuan psikis seperti ikut menyendawakan bayi setelah diberi ASI, mengganti popok, menggendong, menenangkan bayi yang menangis, membawa bayi untuk berjemur dan berjalan-jalan, juga membantu pekerjaan rumah lainnya
 Keluarga besar dapat memberikan dukungannya dengan tidak menyarankan untuk segera memberikan makanan tambahan bagi bayi, termasuk pemberian buah-buahan seperti pisang
e. Meningkatnya promosi susu botol sebagai pengganti ASI
V. CARA PEMBERIAN ASI
a. Persiapan menyusui
Sebagai persiapan menyongsong kelahiran sang bayi, perawatan payudara yang dimulai dari kehamilan bulan ke 7-8 memegang peranan penting dalam menentukan berhasilnnya menyusui bayi. Payudara yang terawat akan memproduksi ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Begitu pula dengan perawatan payudara yang baik, ibu tidak perlu khawatir bentuk payudaranya akan cepat berubah sehingga kurang menarik. Juga dengan perawatan payudara yang baik, puting tidak akan lecet sewaktu diisap bayi.
b. Cara menyusui
Yang penting dalam menyusui ini adalah ibu merasa senang dan enak. Bayi dapat disusukan sambil duduk atau sambil tidur. Bayi dapat disusukan pada kedua buah payudara secara bergantian, tiap payudara sekitar 10-15 menit.
Cara menyusui yang benar adalah :
 Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting dan di sekitar areola (kalang payudara) untuk desinfektan dan menjaga kelembapan puting susu.
 Bayi diletakkan menghadap perut ibu / payudara.
 Bila duduk, kaki ibu tidak menggantung dan punggung bersandar pada sandaran kursi.
 Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siiku ibu (kepala tidak menengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan).
 Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu, dan yang satu di depan.
 Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi).
 Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
 Ibu menatap bayi dengan penuh kasih saying.
 Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan 4 jari lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau kalang payudara saja.
 Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut dengan cara menyentuh pipi dengan putting susu atau menyentuh sisi mulut bayi.
 Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan putting serta kalang payudara dimasukkan ke mulut bayi.
 Setelah selesai menyusui, mulut bayi dibersihkan kemudian disendawakan.
 Biarkan puting kering dengan sendirinya.
c. Lama menyusui
 Sebaiknya menyusui bayi tanpa dijadwal (on demand), karena bayi akan menetukan sendiri kebutuhannya.
 Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam.
 Pada amalnya bayi akan menyusu dengan jadwal yang tidak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1-2 minggu kemudian.
 Pada hari-hari pertama, biasanya ASI belum keluar, bayi cukup disusukan selama 4-5 menit, untuk merangsang produksi ASI dan membiasakan putting susu diisap oleh bayi.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com