Selasa, 08 Desember 2009

DBD

PUSKESMAS
KALIMAS PEMERIKSAAN & MENGKLASIFIKASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA BALITA PENANGGUNG JAWAB
INSTRUKSI KERJA No. Kode : Disiapkan
Unit KIA KB




R. Hidayah
19680824 199003 2 006 Diperiksa
Ketua Akreditasi




dr. Sugiyarto
19740525 200312 1 003 Disahkan
Kepala Puskesmas




dr. Sugiyarto
19740525 200312 1 003
Terbitan :
No. Revisi :
Tgl Mulai Berlaku :

Halaman :

1. KEBIJAKAN Penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) mengikuti langkah-langkah yang penting dalam instruksi kerja.
2. TUJUAN Sebagai pedoman petugas agar dapat melaksanakan tindakan dengan benar dan tepat.
3. REFERENSI Penilaian dan klasifikasi anak sakit umur 2 bln sampai 5 tahun, DepKes RI dan DinKes Provinsi Jawa Tengah, 2006
4. RUANG LINGKUP Anak sakit umur 2 bln sampai 5 tahun yang datang ke ruang KIA-KB Puskesmas Kalimas, BPS, PKD, Rumah ibu.
5. PENANGGUNG JAWAB Kepala Puskesmas
6. MASA BERLAKU
7. DEFINISI Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah demam yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dengan gejala utama demam tinggi dan perdarahan.
8. ALAT DAN BAHAN 1. Pengukur suhu
2. Senter
3. Timbangan dewasa,
4. Pengukur Lila
5. Timbangan bayi
6. Pengukur tinggi badan
7. Penekan lidah dengan wadah antiseptik
8. LANGKAH-LANGKAH 1. Ibu diberi tahu tentang tujuan dan prosedur yang akan dilakukan .
2. Mencuci tangan.
3. Mengatur posisi bayi
4. Mendekatkan alat-alat
5. Anamnesa.
 Bidan menayakan umur anak
 Menimbang berat badan
 Mengukur suhu badan
 Menanyakan anaknya sakit apa
6. Menanyakan apakah anak demam.
 Anak dikatakan demam, bila suhu badan > 37,50 C. Merupakan tanda adanya infeksi.
7. Menanyakan sudah berapa lama anak demam?
 Gejala demam berdarah jika demam kurang dari 7 hari.
8. Menanyakan apakah anak mengalami perdarahan.
 Perdarahan dapat berasal dari hidung, gusi, saluran pencernaan dll.
9. Menanyakan apakah anak pernah muntah bercampur darah atau berwarna hitam seperti kopi.
10. Menanyakan apakah berak berwarna hitam.
11. Menanyakan apakah anak pernah mengeluh nyeri ulu hati (pada anak lebih besar) atau anak gelisah (pada anak yang lebih kecil).
12. Memeriksa tanda-tanda syok
 Ujung ekstremitas teaba dingin dan
 Nadi teraba lemah atau tidak teraba
13. Mencari adanya bintik perdarahan di kulit (petekie)
 Bintik ini biasanya kecil dan dapat dijumpai pada hampir seluruh tubuh. Carilah di wajah, lengan dan buka bajunya untuk dapat melihat di daerah dada, perut dan sebagainya.
 Jika ditemukan petekie, tetapi tidak banyak dan tidak ada tanda-tanda DBD yang lain, lakukan uji torniket jika mungkin.
 Jika jumlah petekie cukup banyak, apalagi disertai gejala DBD yang lain, tidak perlu melakukan uji torniket.
 Cara melakukan uji torniket :
a) Aliran darah pada lengan atas dibendung dengan manset anak, selama 5 menit pada tekanan antara sistolik dan diastolic.
b) Lihat pada bagian depan lengan bawah, apakah timbul bintik-bintik merah tanda perdarahan.
c) Hasil uji torniket dianggap positif (+) apabila ditemukan swbanyak 10 atau lebih petekie pada daerah seluas diameter 2.8 cm (1 inchi). (Jika sebelum 5 menit sudah di dapat 10 petekie, uji torniket dihentikan)
 Cara membedakan antara petekie dan gigitan nyamuk : regangkan kulit yang ada bintik perdarahan tersebut. Jika tenda kemerahan menghilang, berarti bukan petekie.
14. Membandingkan gejala yang ditemukan dengan yang ada pada bagan dan pilih klasifikasi yang sesuai apakah tergolong Demam Berdarah Dengue (DBD), Demam : mungkin DBD atau Demam: mungkin bukan DBD.
15. Bila termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD), tindakan pra rujukan antara lain :
 Jika ada syok segera beri cairan intravena sesuai petunjuk dalam “Pemberian cairan pra rujukan untuk Demam Berdarah Dengue”
 Jika ada tanda syok, atasi syok dengan segera
Segera beri cairan intravena. Beri cairan Ringer Laktat. Jika tidak ada : beri NaCl : 20 ml/kg/dalam 30 menit.
 Periksa kembali anak setelah 30 menit
Jika nadi teraba, beri cairan intravena dengan tetesan 10 ml/kg/BB/jam dan rujuk segera.
Jika nadi tidak teraba, beri cairan intravena dengan tetesan 20 ml/kg/BB/jam dan rujuk segera ke Rumah Sakit.
 Jika tidak ada tanda syok :
Bila anak masih bisa minum, beri minum apa saja (air putih, teh manis, sirup, jus buah, susu atau oralit) sebanyak mungkin dalam perjalanan ke Rumah Sakit.

 Catatan :
Jika tidak dapat member cairan intravena, minumkan oralit atau cairan lian, sedikit-sedikit dan sering dalam perjalanan ke Rumah Sakit.
Jangan member minuman yang berwarna merah atau coklat tua karena sulit dibedakan jika ada perdarahan lambung.
 Jika tidak ada syok, beri tambahan cairan atau oralit sebanyak mungkin dalam perjalanan ke Rumah Sakit.
 Beri dosis pertama parasetamol di klinik jika demam tinggi ( 38,50 C atau lebih)
 Rujuk SEGERA
16. Sebelum merujuk bayi,selain memberikan tindakan pra rujukan perlu dilakukan beberapa hal sbb
a. Menjelaskan pada ibu/keluarga tentang pentingnya rujukan,minta persetujuan untuk membawa balitanya ke Rumah Sakit.
b. Menghilangkan kekhawatiran ibu/keluarga & tolonglah untuk mengatasi setiap masalahnya.
c. Menyiapkan surat rujukan untuk dibawa ibu/keluarga ke Rumah Sakit dan beritahu agar memberikan kepada petugas kesehatan di RS.
d. Memberikan obat kepada ibu/keluarga dan instruksi yang diperlukan untuk merawat balitanya selama perjalanan di RS.
17. Bila termasuk Demam : mungkin DBD, tindakan yang harus dilakukan antara lain :
 Beri dosis pertama parasetamol di klinik jika demam tinggi ( 38,50 C atau lebih)
 Nasihati ibu untuk memberi anak lebih banyak minum atau oralit.
 Nasihati ibu kapan harus kembali segera
 Kunjungan ulang setelah 2 hari jika tetap demam
18. Bila termasuk Demam: mungkin bukan DBD, tindakan yang dilakukan antara lain :
 Obati penyebab lain dari demam
 Beri dosis pertama parasetamol di klinik jika demam tinggi ( 38,50 C atau lebih)
 Nasihati ibu kapan harus kembali segera
 Kunjungan ulang setelah 2 hari jika tetap demam
19. Petugas merapikan anak kembali
20. Petugas menentukan tindakan dan memberi pengobatan yang diperlukan.
21. Memberi konseling kepada ibu / keluarga .
 Nasihati ibu untuk memberi anak lebih banyak minum atau oralit.
 Nasehat kapan kembali segera
 Nasehat perawatan di rumah kepada ibu
22. Sebelum ibu pulang, cek kembali pemahaman ibu tentang penjelasan yang diberikan
23. Petugas mencuci tangan
24. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN  Ciri-ciri DBD adalah demam akut 2-7 hari, lemah, gelisah, nyeri ulu hati, diikuti dengan gejala perdarahan dan kecenderungan syok yang fatal.
 Perdarahan biasanya dapat berupa bintik perdarahan di kulit (petekie) akibat pecahnya pembuluh darah halus pada kaki dan tangan, aksila, tubuh dan wajah ; pada permulaan timbulny demam.
25. DOKUMEN TERKAIT Bagan Tata Laksana MTBS
26. UNIT TERKAIT KIA-KB
27. FORMULIR YANG DIGUNAKAN Bagan Tata Laksana kasus Pneumonia / Bagan MTBS / Formulir MTBS.





REKAMAN HISTORIS ISI PERUBAHAN
NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU







































BAGAN ALIR PENILAIAN & KLASIFIKASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA BALITA
























YA



TIDAK













PUSKESMAS
KALIMAS PEMERIKSAAN&MENGKLASIFIKASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA BALITA PENANGGUNG JAWAB
DAFTAR TILIK No. Kode : Disiapkan
Unit KIA KB





R. Hidayah
19680824 199003 2 006 Diperiksa
Ketua Akreditasi





dr. Sugiyarto
19740525 200312 1 003 Disahkan
Kepala Puskesmas





dr. Sugiyarto
19740525 200312 1 003
Terbitan :
No. Revisi :
Tgl Mulai Berlaku :

Halaman :

Nama pemberi tindakan :……………………………..
Tanggal :……………………………..
Tempat tindakan :……………………………..

No Kegiatan Ya Tidak Tidak berlaku
Apakah petugas
1. Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan?
2. Mencuci tangan?
3. Mengatur posisi bayi yang diperiksa?
4. Mendekatkan alat-alat?
5. Melakukan anamnesa?
6. Menanyakan anak demam?
7. Menanyakan sudah berapa lama anak demam?
8. Menanyakan anak mengalami perdarahan?
9. Menanyakan anak pernah muntah bercampur darah atau berwarna hitam seperti kopi?
10. Menayakan berak berwarna hitam?
11. Menanyakan anak pernah mengeluh nyeri ulu hati (pada anak lebih besar) atau anak gelisah (pada anak yang lebih kecil?
12. Memeriksa tanda-tanda syok?
13. Mencari bintik perdarahan di kulit?
14. Menentukan klasifikasi demam?
15. Merapikan anak kembali?
16. Menentukan tindakan dan memberi pengobatan yang diperlukan?
17. Memberikan konseling kepada ibu dan keluarga?
18. Mengecek kembali pemahaman ibu tentang penjelasan yang diberikan?
19. Mencuci tangan?

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com