Selasa, 08 Desember 2009

anc

PEMERIKSAAN KEHAMILAN (ANTENATAL CARE)
A. PENGERTIAN
Pemeriksaan kehamilan adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pada ibu hamil untuk mengetahui keadaan ibu dan janin yang dilakukan secara teratur.
B. TUJUAN
1. Mengetahui identitas pasien dan keluarga serta perilaku kehidupan sehari-hari.
2. Mengetahui umur kehamilan, supaya dapat mengetahui perkiraan persalinan.
3. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi.
4. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, sosial ibu dan bayi.
5. Mengenali secara dini ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
6. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat baik ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
7. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
8. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.
9. Memberikan konseling pada ibu serta keluarga tentang keadaan kehamilannya
10. Memotivasi ibu supaya merencanakan pertolongan persalinanya dengan tenaga kesehatan
C. WAKTU PEMERIKSAAN
Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya 4 kali kunjungan selama hamil :
a. Satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu)
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :
 Membangun hubungan saling percaya antara Bidan dan Ibu hamil.
 Mendeteksi masalah dan menanganinya.
 Melakukan tindakan pencegahan seperti : Tetanus Neonatorum, Anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek tradisional yang merugikan dll.
 Mendorong perilaku hidup sehat seperti : gizi ibu hamil, latihan/olahraga, kebersihan, istirahat dll.
b. Satu kali pemeriksaan selama trimester kedua (antara minggu 14-28)
Hal perlu diwaspadai selama trimester kedua adalah mengenal Pre-eklampsi. (Pantau tekanan darah, evaluasi oedema dan protein urine).
c. Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36).
 Antara minggu 28-36 : penting untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda atau tidak.
 Setelah 36 minggu : penting untuk mendeteksi letak bayi yang tidak normal atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di RS.

D. ANJURAN UNTUK IBU HAMIL
1) Makanan ibu hamil
Kebutuhan akan gizi selama kehamilan meningkat. Hal ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil harus mendapat cukup asupan gizi dalam makanannya. Bahan makanan tidak perlu mahal, akan tetapi cukup mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.
2) Kebersihan dan pakaian
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil, terutama kebersihan badan karena pada saat hamil banyak mengeluarkan keringat, terutama di daerah lipatan kulit. Mandi 2-3 kali sehari membantu kebersihan badan dan mengurangi infeksi.
Baju hendaknya yang longgar, mudah dipakai dan menyerap keringat. Sepatu atau alas kaki lain dengan tumit yang tinggi sebaiknya jangan dipakai, oleh karena tempat titik wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir atau jatuh.
3) Perawatan payudara
Perawatan payudara penting dilakukan untuk memperlancar keluarnya ASI. Diantaranya dengan cara membersihkan puting susu dan menarik keluar sebagai persiapan untuk memberikan ASI.
4) Perawatan gigi geligi
Pada trimester pertama, wanita hamil mengalami enek dan muntah. Keadaan ini menyebabkan perawatan gigi tidak diperhatikan dengan baik sehingga timbul masalah pada gigi. Oleh karena itu, tiap wanita hamil harus memeriksakan giginya secara teratur sewaktu hamil.
5) Buang air besar atau kecil
Perubahan hormonal mempengaruhi aktifitas usus halus dan usus besar, sehingga buang air besar mengalami sembelit. Untuk mengatasinya, dianjurkan untuk meningkatkan gerak/aktifitas dan banyak makan makanan yang berserat.
Masalah buang air kecil tidak ada kelainan, bahkan cukup lancar. Dengan kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah kelamin menjadi lebih basah yang menyebabkan tumbuhnya jamur. Sehingga wanita hamil sering mengeluh gatal dan keputihan. Oleh karena itu wanita hamil harus menjaga kebersihan sekitar alat kelaminnya.
6) Masalah hubungan seksual
Hubungan seksual sebaiknya ditunda sampai umur kehamilan 4 bulan untuk mencegah terjadinya keguguran.
7) Imunisasi
Untuk melindungi janin yang akan dilahirkan terhadap penyakit Tetanus Neonatorum, dewasa ini dianjurka untuk diberikan vaksin Tetanus Toxoid pada ibu hamil.
8) Pemberian obat
Ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi sembarang obat karena akan berpengaruh pada pertumbuhan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil harus selalu mengkonsultasikan kondisi kehamilannya kepada Bidan.
9) Bagi wanita pekerja
Wanita hamil boleh bekerja, tetapi jangan terlalu berat. Lakukanlah istirahat sebanyak mungkin.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com